Amankah Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasan Ahli

Amankah Olahraga Lari Saat Puasa? Ini Penjelasan Ahli

Olahraga paling tepat selama puasa--Freepik

Waktu setelah sahur juga masih memungkinkan, meskipun risiko dehidrasi dinilai lebih tinggi dibanding dua waktu sebelumnya.

Dari sisi intensitas, dr Agil menekankan bahwa lari saat puasa sebaiknya dilakukan pada level ringan hingga sedang.

Pada intensitas ringan, napas tetap teratur, tubuh terasa nyaman, dan masih memungkinkan berbicara dengan kalimat panjang.

Sementara pada intensitas sedang, napas mulai lebih cepat namun masih terkendali dan hanya mampu berbicara beberapa kata.

Olahraga harus dihentikan jika muncul rasa lemas, mual, pusing, gemetar, atau sangat haus karena itu bisa menjadi tanda dehidrasi dan penurunan gula darah,” jelasnya.

BACA JUGA:Jaga Tubuh Tetap Bugar, Simak Jenis Olahraga yang Tepat selama Puasa

Strategi hidrasi juga menjadi kunci utama.

Berdasarkan penelitian di Indonesia, pola minum 4–2–2—empat gelas saat berbuka, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur dinilai paling efektif memenuhi kebutuhan cairan harian.

dr Agil menambahkan, penelitian di Inggris menunjukkan bahwa minum air dalam jumlah besar sekaligus saat sahur tidak dianjurkan karena cairan cepat terbuang melalui urine. Cairan sebaiknya dikonsumsi bertahap dan disertai makanan.

Selain hidrasi, kecukupan tidur turut berperan menjaga kebugaran.

“Studi menunjukkan durasi tidur ideal berkisar 7–9 jam per hari, atau dapat disiasati dengan tidur malam 4–5 jam yang dilengkapi tidur siang,” jelasnya

Sumber: