10 Langkah Belajar Mencegah dan Menangani Kekerasan
Ilustrasi Kekerasan Seksual--
“Saya belum pernah mengalami sendiri, tetapi pernah menyaksikan tindak kekerasan itu terjadi di sekitar saya,” ungkap Zaki. Yang paling berkesan bagi Zaki adalah saat sesi bermain peran (role play), ketika semua peserta menyaksikan visualisasi dampak psikologis dan trauma korban atau penyintas kekerasan.
“Saya akan membagikan ilmu dan pengalaman pelatihan ini ke lingkungan terdekat,” katanya.
BACA JUGA:Ingin Daging Kurban Tetap Empuk dan Bernutrisi? Ini Saran Ahli
Sementara itu Rashaqa Dildara Syahrul, relawan REMI Angkatan 62 dari Sekolah Bisnis, mengaku makin paham cara mengenali, menghindari, dan mengatasi tindak kekerasan yang terjadi di sekitarnya.
Ia amat tertarik dengan konsep penyaksi (bystander) dalam pendekatan 10 Langkah, yang amat penting untuk memutus tindak kekerasan.
“Pesan saya kepada rekan-rekan mahasiswa IPB, kekerasan harus dihilangkan. Para penyaksi harus berani maju bersikap dan bertindak mendukung penyintas,” tukasnya.
BACA JUGA:Haji 2026, Ahli Ungkap Pentingnya Vaksinasi bagi Jemaah
Sebagai salah satu tindak lanjut pelatihan, ARM HA-IPB berencana membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.
Terkait program Kelas Belajar, Ketua Bidang Manajemen Relawan, Ir Agus Susilo JP menyebutkan, “Kelas ini merupakan edisi perdana dan kita menyiapkan pelatihan berikutnya dengan topik-topik yang relevan dengan kerja kemanusiaan relawan atau isu publik yang tengah marak untuk dapat direspons.
Sumber: