Marak Kematian Gajah Sumatera, Perburuan Satwa Liar Rendahkan Martabat Indonesia

Marak Kematian Gajah Sumatera, Perburuan Satwa Liar Rendahkan Martabat Indonesia

Kematian gajah sumatra asal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang menjadi korban perburuan liar mencerminkan betapa kronisnya perburuan satwa liar di Indonesia.--Mongabay

Upaya lain yakni dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak perdagangan satwa melalui kampanye publik dan edukasi.

Penyadaran akan pentingnya satwa liar dalam menjaga keseimbangan alam ini haruslah dilakukan secara dini dengan cara mengintegrasikan isu konservasi ke dalam kurikulum pendidikan.

BACA JUGA:Tren Tabungan Warga NTB Meningkat, LPS Pastikan 99,99 Persen Simpanan Dijamin

Dari berbagai kasus di lapangan, program konservasi yang berbasis komunitas terbukti paling efektif. Pasalnya, cara tersebut mampu menumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi dan juga kesadaran bahwa satwa liar ini merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dilindungi akan menjadi kunci keberhasilan. 

Pelestarian harus melibatkan masyarakat adat dan lokal sebagai punggawa hutan yang sudah turun-temurun hidup di kawasan tersebut.

Di samping itu, pemberian insentif bagi desa yang berhasil menjaga populasi satwa liar merupakan keniscayaan.

Bagi Indonesia, pengurangan angka perburuan liar akan mencerminkan keseriusan sekaligus menjaga muruah bangsa dalam menghapus pandangan internasional bahwa Indonesia berada di pusaran perdagangan internasional satwa liar.

Sumber: