TGB Pertanyakan ‘Pembisik’ Rosiadi Teken PKS Bermasalah

TGB Pertanyakan ‘Pembisik’ Rosiadi Teken PKS Bermasalah

TGB Pertanyakan ‘Pembisik’ Rosiadi Teken PKS Bermasalah - Foto: Disway NTB/Ryan--

Mataram, DISWAY.ID – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi penasaran terhadap siapa dalang yang menggerakkan tangan Rosiady Sayuti hingga menandatangani berita acara serah terima gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Mantan Gubernur NTB dua periode itu mempertanyakan alasan Rosiady Sayuti menandatangani berita acara serah terima gedung Labkesda. Bahkan, TGB mengaku sempat meminta orang dekat terdakwa untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada Rosiady. Saat itu, Rosiady hanya menjawab bahwa ada rapat di kantornya dan tiba-tiba beberapa pihak menyebut semua sudah jelas sehingga dokumen ditandatangani.

“Saya sudah tanyakan dengan beliau, bahkan saya juga sudah mengirim orang yang dikenal beliau. Siapa yang menyuruh dia, atas inisiatif siapa? Jawaban dia pada saat itu kira-kira beliau menyampaikan bahwa ada rapat, saya tidak tahu rapat di mana, yang jelas di kantor ya,” kata TGB usai persidangan Jumat (29/8).

TGB menegaskan, pada saat itu tidak ada perwakilan yang diberi kuasa mewakilinya sebagai Gubernur NTB untuk menandatangani surat tersebut. Karena itu, ia menilai langkah Rosiady menandatangani dokumen menjadi pertanyaan besar.

“Ada pendelegasian ya bisa, tapi memang tidak ada pendelegasian dari saya. Nah beliau mendandani kenapa, ya memang pertanyaan itu besar sekali,” tegasnya.

Mantan Ketua Harian Nasional Partai Perindo itu juga mengaku sangat penasaran dengan kasus yang menyeret Rosiady. Menurutnya, terdakwa adalah sosok yang bersih dan bukan tipe orang yang ia kenali selama ini. Hal itu pun ia sampaikan langsung di hadapan majelis hakim.

“Saya yang paling penasaran terus terang ya, karena bukan tipe beliau yang seperti itu. Saya sudah jelaskan di majelis hakim,” ujarnya.

TGB menilai Rosiady kemungkinan besar hanya terbawa suasana rapat. Ia menduga situasi saat itu membuat terdakwa merasa semua sudah selesai, sehingga tidak dilaporkan kepadanya selaku gubernur yang saat itu menjabat.

“Ujungnya sih saya melihat kalau memang alurnya seperti itu, mungkin terbawa suasana rapat atau apa. Lalu kemudian dianggap selesai dan tidak juga dilaporkan kepada saya gitu,” jelasnya

Sumber: